Mango & Manggo

percakapan berikut ini bukan fiktif. benar-benar terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu. percakapan antara seorang klien (pemilik perusahaan jasa pariwisata, hotel dan restoran; lulusan sebuah perguruan tinggi terkemuka di inggris) dengan seorang disainer grafis (yang belum lulus kuliah) di bali. sebenarnya ada satu orang lagi di situ tapi karena tidak berbicara dalam percakapan ini maka diabaikan kehadirannya.

dg (disainer grafis): ini layout menu restauran yang bapak pesan. 

k (klien): ok saya cek dulu ya.

si klien memeriksa mock-up yang telah dibawa oleh si disainer grafis.

k: secara keseluruhan sudah bagus, cuma ada satu kata yang salah ketik. ini ‘mango’ (mangga) seharusnya ditulis dengan dua ‘g’, ‘manggo’. 

dg: oh… mangga dalam bahasa inggris bukannya memang ditulis ‘mango’ dengan satu ‘g’ begitu, pak? 

k: tidak. saya pernah kuliah di (menyebutkan nama sebuah perguruan tinggi terkemuka di inggris). mango tidak ditulis seperti ini. harusnya ‘manggo’. 

dg: oh begitu ya pak. tapi kalo saya lihat di kamus atau saya cek di spellchecker jadinya hanya ‘mango’ dengan satu huruf ‘g’. 

k: kamu kok tidak percaya sama saya. sini mari kita lihat di kamus.

klien tersebut lalu mencari buku kamus di rak bukunya yang penuh dengan buku-buku tebal. sepertinya ensiklopedia. mahal. fyi: jaman itu di tempat itu internet belum terlalu banyak pemakainya, termasuk di kantor si disainer grafis dan di kantor si klien itu. tidak lama kemudian si klien menemukan entry mango. raut mukanya menunjukkan keheranan.

k: lho, kok cuma satu ‘g’ ya?

belum menyerah, dia coba lagi di kamus lainnya. dia coba juga di ensiklopedia dan berbagai buku lainnya. tampangnya makin menunjukkan keheranan yang amat sangat. dan kecewa. si klien juga mencoba siapa tau ada dua entry ‘mango’ dan ‘manggo’. tapi yang ditemukannya hanyalah ‘mango’. tidak ada kata ‘manggo’.

k: aneh. saya yakin sekali kalau mangga dalam bahasa inggris itu ditulisnya ‘manggo’, bukan ‘mango’. 

dg: jadi bagaimana pak? 

k: kok saya lebih suka ‘manggo’ dengan dua ‘g’. kelihatannya lebih mantap. seperti kata aslinya, ‘mangga’. jadi kata-kata ‘mango’ di menu ini tolong diganti semuanya menjadi ‘manggo’ ya. 

dg: (tertegun sejenak) … baiklah pak.

sepuluh tahun kemudian, ketika saya teringat kembali tentang peristiwa tersebut, saya baru menyadari, peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana bangsa ini dibentuk dan diwariskan ke generasi berikutnya. tidak perlu malu untuk melakukan sesuatu yang salah. jadikanlah itu sesuatu yang benar, jangan diakui salah. pembenaran. kalau perlu harus ngeyel dan ngotot.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook