mudik lebaran bagian 1: jakarta-denpasar
lebaran kali ini nekat mudik lewat jalan darat. naik bis malam karena bajet terbatas. it's been a while, pengen juga ngerasain lagi. tak terduga: jakarta-denpasar yang biasanya ditempuh 24-25 jam, ternyata menyita tambahan 12 jam karena macet. a real pain in the ass.
berangkat jam 11 siang waktu jakarta dari lebak bulus.
hiburan yang tersedia selama perjalanan benar-benar terbatas. ipod cuma bisa bertahan maksimal 12 jam. jadi selebihnya musti rela ikut mendengarkan sms-nya ria amelia yang diputar berulang-ulang oleh sopir bis. masih agak beruntung dapet tempat duduk di sebelah jendela. jadi bisa melihat berbagai hal menarik di sepanjang pantura.
mulai dari spbu di daerah jawa barat yang jadi mirip pasar malam karena banyak pedagang makanan kagetan. konvoi motor mudik. deretan perahu-perahu nelayan yang sedang parkir di pantai utara. alas roban. rumah-rumah tradisional beratap unik di daerah jepara. penjual legen dan buah siwalan. banjir lumpur di porong. gunung dan perbukitan yang unik. pltu paiton. truk terbalik. alas baluran.
yang cukup menarik, hampir tak terhitung melewati tanah kuburan.
penyebrangan ketapang-gilimanuk. perbatasan pulau jawa dan pulau bali. benar-benar melegakan dan cukup menghibur perasaan karena tujuan sudah dekat. pedagang barang di atas kapal yang ngecap dengan gaya konyolnya pun terdengar sangat menghibur. tipikal slapstick srimulat.
perjalanan dari jembrana, tabanan dan badung dilalui tanpa tertidur sedikit pun. semua ingatan tentang lika-liku jalanan bali barat kembali terkuak (terdengar suara "kuaaak"). belum banyak berubah sejak terakhir kali lewat.
akhirnya sampai juga di terminal ubung. jam setengah 12 malam di hari berikutnya waktu bali. naik taksi ngelewatin pusat kota yang sepi. perasaan ubung-renon itu jadi deket banget. tau-tau udah nyampe di depan rumah. home. again.
bersambung.
updated: foto-foto lainnya bisa dilihat di sini.