Gempa!

Bertahun-tahun tinggal di Bali, tidak pernah terasa panik ketika diguncang gempa. Paling cuma tersadar sebentar, “Oh, gempa,” lalu kembali beraktifitas. Frekuensi gempa cukup sering, bervariasi dari yang kecil sampai besar. Jadi sudah terbiasa.

Kali ini berbeda. Saya sedang duduk di sebuah kubikel di lantai 9 di sebuah gedung berlantai 26 di kawasan Sudirman, Jakarta. Gempa di Bengkulu dengan skala richter 7,9 (nyaris delapan) itu benar-benar terasa mengerikan. Apalagi durasinya cukup lama. Dinding di sebelah kubikel saya terlihat jelas retak dan saling bergesekan, membuat suara yang cukup mengerikan.

Kemungkinan terburuk yang saya bayangkan cuma dua. Lantai di atas saya runtuh, atau lantai yang saya injak jebol duluan.

Tidak sempat mematikan laptop, semua barang yang saya rasa perlu dibawa langsung masuk tas. Beberapa orang tidak kunjung beranjak karena masih berharap gempa segera hilang. Namun mereka dipaksa turun oleh petugas keamanan. Turun lewat tangga darurat, saya lihat ada beberapa sudut bangunan yang retak. Sayang tidak sempat mengambil gambar karena arus manusia di tangga cukup padat.

Guncangan yang relatif besar ini cukup membuat panik Jakarta. Bagaimana dengan di Bengkulu, di pusat gempanya? Dengar-dengar berita dari pengeras suara di gedung, ada kemungkinan lanjutan tsunami juga. Mudah-mudahan tidak parah.

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Muslim yang menjalankannya.

Post to Twitter Post to Plurk Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook