Isi Penuh atau Full

Sejak dahulu saya suka menggunakan sepeda motor untuk sarana transportasi sehari-hari. Dan kebiasaan saya sejak dulu, setiap kali mengisi bahan bakar bensin selalu mengisi penuh tangkinya. Kebiasaan ini tetap berlanjut ketika pindah ke Jakarta sejak lebih dari 4 tahun yang lalu.

Yang menarik perhatian saya, seringkali terjadi salah paham kalau saya minta isi “penuh”. Petugasnya sering langsung menekan tombol “sepuluh ribu”, mungkin “penuh” didengar “sepuluh“. Padahal saya sudah mencoba melafalkan “penuh” tidak terlalu cepat dan masih jelas.

Lalu saya coba cara lain, minta isi “full”. Ternyata juga sering salah duga. Mungkin “full” didengar “sepuluh”.

Tidak semuanya salah dengar. Ada yang mencoba bertanya lagi “penuh?” atau “full?” untuk meyakinkan (karena mereka ragu atau takut salah dengar). Tapi dari semua SPBU Pertamina[1] yang pernah saya datangi, tidak ada satupun yang langsung yakin bahwa saya minta isi penuh tangkinya.

Dari sini saya mengambil kesimpulan sederhana. Pengguna sepeda motor di Jakarta, sangat jarang mengisi penuh tangkinya. Atau malah lebih cenderung mengisi default 10.000 rupiah.

[1] Kejadian ini selalu di SPBU Pertamina. Tidak ada pertanyaan keraguan atau salah isi di SPBU Shell. Saya belum pernah coba mengisi di SPBU Petronas.