Padanan Bahasa Indonesia
Pagi ini teman saya, Pipu, mendengar Gusti Randa berkomentar,
Silakan tertawa. Atau tidak.
Bukan hanya Gusti Randa yang akhir-akhir ini suka mencampuradukkan Bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Perhatikan saja acara-acara televisi lainnya. Atau siaran radio. Yang terdekat, perhatikan sekeliling Anda. Atasan, rekan kerja, teman dekat, saudara. Dan mungkin Anda sendiri. Saya pun.
Dan sebenarnya hal ini sudah berlangsung cukup lama. Apapun alasannya, dalam keseharian kini seolah-olah lebih mudah mengucapkan kata dalam bahasa asing daripada mencari padanan Bahasa Indonesianya. Lalu seenaknya melebur kata pending dengan awalan me-.
Padahal tidak susah, “Kami memutuskan untuk menunda persidangan…”
“Ah, yang penting ngerti, kan?”










Emanuel Setio Dewo 7:58 on 10 November 2008 Permalink
Hihihi…
Kalo kasus Gusti Randa tersebut memang keblinger secara “me-mending-kan.” Tapi banyak juga kok kata2 dari bahasa asing yang diserap jadi bahasa Indonesia, misalnya lampu, henpon, download, dll. Sebenarnya ada padanan yang dipaksakan dalam bahasa Indonesia, tetapi tetap saja kurang nyaman digunakan.