Membuat Tujuan yang Berbeda

Kita sering mendengar saran yang memotivasi kita untuk menentukan tujuan. Membuat mimpi. Membuat kita terpacu untuk meraih tujuan tersebut. Dan umumnya kita akan membuat suatu tujuan yang tinggi.

Contoh sederhana: Saya ingin kaya.

Tidak salah memiliki tujuan seperti itu. Tapi mari kita lihat beberapa sisi tidak nyaman dari penentuan tujuan 'ingin kaya' tersebut.
  • Tidak mudah untuk bisa meraih tujuan tersebut, bukan. Nah, apabila tujuan tersebut tidak kunjung bisa diraih, kita sering 'down', tertekan, dan berakibat malah tidak melakukan hal-hal yang mendukung ke arah pencapaian tujuan itu.
  • Persaingan. Sumber kekayaan itu seolah-olah relatif terbatas (walau sebenarnya tidak). Akibatnya sering terjadi benturan dengan orang-orang di sekitar yang mungkin kebetulan memiliki tujuan yang sama. Konflik.
  • Ambisi. Ketika tujuan itu tercapai, umumnya kita tidak sadar bahwa itu sebenarnya sudah tercapai. Sifat dasar manusia yang tidak pernah puas. Dan merasa kurang, kurang dan kurang. Sebenarnya bagus, agar terus berusaha dan tidak berhenti di situ saja. Namun juga berpotensi ke arah tamak dan rakus.
Mari kita bereksperimen membuat tujuan yang berbeda. Coba padukan kata 'tidak mau' dengan sesuatu hal yang negatif atau berlawanan dari tujuan sebelumnya.

Contoh: Saya tidak mau miskin.

Lho, mengapa demikian?
  • Bisa dibilang setiap orang memiliki kesempatan atau kemungkinan untuk jatuh miskin. Bangkrut. Mungkin karena kehilangan pekerjaan. Mungkin bencana alam. Mungkin krisis ekonomi global. Dan banyak faktor lainnya. Nah, dengan membuat tujuan 'saya tidak mau miskin', kita akan selalu berusaha agar hal tersebut tidak terjadi. Misalnya dengan membuat tabungan, investasi atau apapun solusi yang mungkin. Kalaupun terjadi 'jatuh miskin', kita punya motivasi bangkit yang lebih cepat.
  • Mungkin kelihatannya tidak ada ambisi di sini. Ya, ambisi untuk menjadi yang terbaik atau terkaya memang tidak ada. Tapi ada ambisi untuk tetap bertahan di level 'tidak miskin'. Yang artinya adalah cukup. Dan ketika mendapatkan kelebihan, tidak ada masalah untuk berbagi menolong sesama. Dengan otomatis juga menghindari banyak konflik. 

Sekali lagi, rumusnya adalah: Saya tidak mau [hal yang negatif].

Terlalu naif? Atau susah menemukan hal negatif yang perlu dicoba?

Contoh sederhana: Saya tidak mau membuang sampah sembarangan lagi.

Silakan dicoba.

richoz

richoz

Experimentalist.

Archive

2012 (127)
2011 (370)
2010 (89)
2009 (53)
2008 (66)
2007 (76)
2006 (140)
2005 (93)
2004 (118)
2003 (51)
| Viewed
times
Filed under:            
Posterous theme by Cory Watilo