Menulis Surat Pengunduran Diri
Menulis surat pengunduran diri itu gampang gampang susah. Berikut ini adalah saran penulisan.
Struktur
- Terima kasih telah diberi kesempatan bekerja (atau bekerja sama) dan belajar
- Alasan pengunduran diri formal — tidak perlu alasan jujur, tapi sebisa mungkin masuk akal
- Harapan semoga pengunduran diri tersebut tidak menjadi alasan untuk putus kontak
Yang Perlu Dihindari
- Alasan yang terlalu dibuat-buat, nanti bisa terjebak malah gak boleh atau gak jadi resign :D
- Kata-kata kasar atau makian, walau mungkin ingin sekali dituliskan, karena bagaimanapun hubungan baik perlu dijaga, banyak manfaatnya di masa mendatang
- Mendiskreditkan, menulis hal-hal buruk tentang atasan, rekan kerja, situasi kantor atau apapun, dengan alasan yang sama seperti di atas
Cara Penulisan
- Singkat, padat, tapi jelas — tidak perlu bertele-tele










leonita 21:46 on 26 November 2008 Permalink
Belum pernah mengundurkan diri, tapi pernah baca surat pengunduran diri yang isinya curhat dan malah berkesan sama sekali tidak profesional.
Curhat. Salah satu yang perlu dihindari.
richoz 18:35 on 28 November 2008 Permalink
thanks
sepertinya itu juga poin yang penting
Novroz 18:24 on 21 June 2010 Permalink
Makasih buat tipsnya…tapi masih terlalu gamblang ya.
Pgn yg benar2 contoh jadi…lg bingung mau nulis surat pengunduran diri…biasanya cuma pake kata2 aja
richoz 9:36 on 23 June 2010 Permalink
Yang di atas masih terlalu gamblang? Bukankah ‘gamblang’ itu artinya ‘sangat jelas’? Mungkin maksudnya ‘masih kurang gamblang’ barangkali ya.
Ini contoh yang gamblang: