Diskriminasi

Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya diskriminasi adalah karena cari gampang alias tidak mau susah — namun sepihak.

Contoh sederhana: Ada sebuah situs yang bertuliskan “Situs ini hanya dapat ditampilkan dengan menggunakan Internet Explorer ver. 6.0 ke atas.”

Bisa ditebak, si pengembang (developer) situs tersebut mengasumsikan lebih banyak pengunjung situsnya yang menggunakan IE6 ke atas. Sementara pengguna Mac, Linux dan pengguna sistem operasi lain tanpa browser IE dianggap tidak penting. “Ngapain susah ngurusin minoritas,” begitu kira-kira yang ada di pikiran mereka, “Salah sendiri ngapain gak pakai Windoz.”

Hah, ngapain pusing? Ngapain buka situs itu. Tinggalkan saja.

Ya, untuk apa pusing, kecuali apabila situs tersebut memang harus dibuka setiap hari. Situs perbankan yang kita gunakan, misalnya. Lalu ada dua pilihan sebagai minoritas:

  1. Paksakan buka pakai browser lain selain IE dan berharap transaksi bisa tetap berjalan walau tampilannya hancur berantakan.
  2. Meninggalkan bank tersebut lalu mencari penggantinya. Tentu saja ada resiko biaya transfer antar bank dan waktu pengiriman yang lebih lama.

Contoh lain dalam kehidupan sehari-hari — ini sudah mulai menjurus ke SARA — tapi memang demikian adanya. Diskriminasi dalam kehidupan sosial umumnya juga karena mau gampang dan tidak mau susah.

Misalnya masalah kesukuan. Masing-masing suku memiliki adat istiadat dan budaya tersendiri. Suku A punya adat begini, suku B punya adat begitu, suku C punya adat lain lagi.

Lalu yang mayoritaslah yang menjadi pembuat peraturan. Adat yang dibawa oleh minoritas, nyenggol ataupun tidak nyenggol, akan dipermasalahkan oleh mayoritas. Permasalah si minoritas pun tidak akan terlalu digubris oleh mayoritas. Cari gampang dan tidak mau susah, dari salah satu sisi saja. Diskriminasi pun terjadi.

Masalah ini pun akan semakin rumit apabila sudah mengikutsertakan -ARA lainnya selain Suku. Dan semakin runyam apabila minoritas melawan dan cenderung ofensif, bukan hanya defensif. Ujung-ujungnya apa? Gak ada yang gampang dan semua susah.

Lalu apa lawan kata diskriminasi?

Toleransi.