Tagged: fenomena RSS

  • richoz 20:30 on 10 January 2009 Permalink | Reply
    Tags: , fenomena, ,   

    Box Tambahan Sepeda Motor 

    Sepertinya jumlah box tambahan di sepeda motor menunjukkan tingkat arogansi pengendaranya.

     
  • richoz 11:23 on 6 January 2009 Permalink | Reply
    Tags: , fenomena, , ,   

    PRS Guitar & Warwick Bass 

    Pernah merhatiin gak? Ada satu periode tertentu dalam dunia musik, beberapa band ’seragam’ dalam memilih merek alat musiknya. Gitarisnya pakai PRS Guitar dan basisnya pakai Warwick Bass.

    Dan tipe musiknya pun tidak jauh berbeda. Contohnya 12 Stones, Lostprophets, P.O.D, 311 dan Incubus.

     
  • richoz 19:52 on 4 January 2009 Permalink | Reply
    Tags: fenomena, , , ,   

    Gitar dan Sabun 

    p90Salah satu benda yang paling susah dan langka ditemukan di toko-toko musik di Indonesia adalah gitar dengan pickup soapbar (P90 style). Kebalikannya, humbuckers mudah ditemukan di mana-mana, berlimpah, malah rasanya agak berlebihan.

    Apa itu soapbar?

    Soapbar adalah nama lain untuk sejenis pickup (spul) gitar yang kotaknya sepintas mirip balok sabun. Ini adalah single coil yang berukuran agak besar karena lilitan kawat tembaganya lebih banyak dan lebih tebal. Karakternya ada di tengah-tengah antara single coil (seperti umumnya di Stratocaster* dan Telecaster*) dan humbucker (seperti umumnya di Les Paul** dan gitar-gitar modern lainnya).

    ———
    * Walaupun sekarang banyak model Strato dan Tele yang menggunakan humbucker juga
    ** Walau beberapa model generasi awal Les Paul keluaran Gibson menggunakan Soapbar

     
    • Emanuel Setio Dewo 13:57 on 25 January 2009 Permalink

      Apa sih bedanya Strato dengan Tele?

    • richoz 20:36 on 25 January 2009 Permalink

      Telecaster dan Stratocaster adalah dua produk dari Fender yang umum dikenal dengan karakter suara single coil-nya. Telecaster lebih dulu muncul, sekitar 1951, bisa dibilang salah satu pelopor gitar elektrik dengan badan padat (solid body) — sementara Stratocaster diperkenalkan ke publik tahun 1954.

      Perbedaan yang paling jelas terlihat dari segi visual: Tele berbentuk single cut dan (umumnya) dua pickup, sementara Strato berbentuk double cut dan (umumnya) tiga pickup. Disain badan Strato ini juga paling banyak ditiru oleh produsen gitar lainnya.

      Dari segi suara: Tele dikenal dengan karakter twangy yang awalnya umum dipakai di musik country, sementara Strato berkarakter glassy yang awalnya sering dipakai di musik blues dan rock.

      Pada perkembangannya muncul varian-varian baru dari Tele dan Strato, membuat dua gitar ini bisa dipakai di berbagai jenis musik.

      Referensi:
      en.wikipedia.org/wiki/Fender_Telecaster
      en.wikipedia.org/wiki/Fender_Stratocaster

    • richoz 22:45 on 25 January 2009 Permalink

      Contoh rekaman suara Tele yang terkenal antara lain: solo gitar di lagu Let It Be-nya The Beatles, dimainkan oleh George Harrison — solo dan bagian ‘keras’ lagu Stairway to Heaven-nya Led Zeppelin, dimainkan oleh Jimmy Page.

      Kalau mau mendengarkan karakter suara Strato, bisa coba dengarkan salah satu rekaman dari pemain-pemain gitar ini: Hank Marvin (The Shadows), Buddy Holly, Jimi Hendrix, Stevie Ray Vaughan, Eric Clapton dan John Mayer.

  • richoz 11:53 on 23 December 2008 Permalink | Reply
    Tags: fenomena,   

    Diskriminasi 

    Salah satu hal yang menyebabkan terjadinya diskriminasi adalah karena cari gampang alias tidak mau susah — namun sepihak.

    (More …)

     
  • richoz 17:58 on 2 August 2008 Permalink | Reply
    Tags: fenomena   

    Arus Informasi Tak Terbendung 

    Edan. Sudah lama tidak nonton siaran televisi. Sudah lama tidak berlangganan dan membaca koran. Tapi masih saja informasi-informasi yang tidak diinginkan itu mengalir deras. Dari milis, plurk, rss… Duh.

     
  • richoz 13:59 on 5 April 2008 Permalink | Reply
    Tags: , , fenomena   

    Menanggapi Fitna, Pemblokiran dan Intelektualitas 

    Buat pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait.

    Saya sudah menonton Fitna. Walaupun saya bukan penganut agama Islam yang taat, tapi saya tahu bahwa film itu adalah usaha penyesatan dengan memanfaatkan penggalan ayat Al Quran yang dikutip secara tidak lengkap (saya tidak tahu persis bagaimana mengungkapkannya, kalau ada yang mau mengoreksi atau menambahi dipersilakan).

    Ya dan saya tahu juga bahwa film semacam itu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya untuk kehidupan beragama dan aspek-aspek lainnya dalam kehidupan. Saya juga tidak setuju dengan apa yang diungkapkan dalam film itu. (More …)

     
  • richoz 17:53 on 16 November 2007 Permalink | Reply
    Tags: fenomena, mystery   

    Mengapa Saya Lakukan Itu? 

    Membaca tulisan Isman tentang Pilih Sendiri Petuahmu, saya jadi teringat sesuatu.

    Beberapa waktu yang lalu, di bulan puasa, saya dan Vanya memutuskan untuk makan malam di Hanamasa. Sebuah rumah makan yang dibuat khusus untuk orang-orang rakus (seperti saya) yang suka mengkomplain masakan orang. Di situ komplain bisa ditujukan pada pengunjung lainnya yang berisik atau perebutan stok daging mentah. (More …)

     
    • snydez 13:40 on 19 November 2007 Permalink

      kenapa melakukan itu?

      untuk mengisi waktu waiting list ;)

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel